Warning: opendir(/home/hiswahof/public_html/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/hiswahof/public_html/wp-includes/load.php on line 981
Hiswah Official
Program Munaqasah
Khatmul Qur'an Berjamaah & Wisuda Akbar
Program TFT
Program Tamhidiah
PROGRAM

Program Kami

Program-program Rumah Qur’an Hiswah bertujuan membangun generasi Qur’ani yang mampu membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an dengan tahapan yang terarah dan program yang menyeluruh.

Program Tamhidiyah

Tujuan Program : Mempersiapkan peserta agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sejak dari huruf hijaiyah.

Selanjutnya

Program Munaqasah

Tujuan Program : Menguji dan mengakui kemampuan baca Al Qur’an peserta sebelum naik ke tahap tahsin atau tilawah lanjut.

Selanjutnya

Program TFT (Training For Trainer)

Tujuan Program : Menyiapkan kader pengajar Al-Qur’an yang menguasai metode Khulashoti

Selanjutnya

Khatmul Quran Bersama & Wisuda Akbar

Tujuan Program : Menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan tilawah berjamaah serta menyemarakkan budaya Qur’ani.

Selanjutnya

Bergabunglah Bersama Kami

Untuk Infomasi Kemitraan, Donasi, Dan Program Hiswah Qur'an, Hubungi Kami :
Peluang Donasi

Peluang Donasi

Hiswah Al Quran memberikan peluang kepada para Muhsinin, Muzakki, dan Donatur yang ingin menjadi bagian dalam program-program pendidikan kami menerangi masa depan generasi Qurani. Setiap infak, sedekah, dan donasi sekecil apapun tentu akan sangat berarti untuk mewujudkan mimpi para penunut ilmu Al Quran. Mari bersama-sama kita berinvestasi untuk bekal akhirat dalam pendidikan Al Quran yang akan membawa keberkahan bagi mereka dan kita semua. Donasi sekarang dan jadilah bagian dari perubahan positif ini. Infak, Sedekah, dan Donasi bisa disalurkan ke nomor rekening : Bank Muamalat, No. Rek : 3210010849 a/n Yayasan Hidayah Sistematika Wahyu

Menjemput Maghrib dengan Lantunan Ayat: Indahnya Suasana Buka Puasa di Pesantren Qur’an Hiswah

BOGOR– Matahari perlahan tergelincir di ufuk barat, membiarkan semburat jingga menghiasi langit di atas bangunan Pesantren Qur’an Hiswah. Udara sore yang sejuk membawa ketenangan, namun di dalam kompleks pesantren, ada denyut aktivitas yang khas dan penuh keberkahan. Inilah momen yang paling dinantikan oleh para penjaga kalam Allah: saat berbuka puasa.

Bagi para santri di Pesantren Qur’an Hiswah, buka puasa bukan sekadar urusan melepas lapar dan dahaga. Ia adalah sebuah madrasah tentang kesabaran, kebersamaan, dan rasa syukur yang mendalam.

Lantunan Zikir Sebelum Berbuka

Satu jam sebelum azan Maghrib berkumandang, suasana pesantren justru semakin syahdu. Alih-alih sibuk bersiap dengan takjil, para santri terlihat duduk rapi di masjid dan selasar dengan mushaf di tangan. Inilah tradisi “Ngabuburit Qur’ani” yang menjadi ciri khas Pesantren Qur’an Hiswah.

Suara dengungan ribuan ayat yang dibaca secara bersamaan menciptakan getaran spiritual yang menyejukkan hati. Bagi mereka, menanti waktu berbuka adalah waktu mustajab untuk melangitkan doa dan memperkokoh hafalan yang telah disetorkan sejak subuh tadi.

Hidangan Sederhana, Berkah Luar Biasa

Ketika waktu berbuka hampir tiba, para santri mulai membentuk lingkaran-lingkaran kecil (halakah). Di tengah mereka, tersaji hidangan sederhana—beberapa butir kurma, segelas air putih, dan takjil titipan dari para muhsinin (donatur).

Tidak ada kemewahan berlebih, namun binar kebahagiaan terpancar jelas dari wajah-wajah letih yang berpuasa. Di Pesantren Qur’an Hiswah, para santri diajarkan adab makan sesuai sunnah: mendahulukan syukur, tidak berlebihan, dan selalu berbagi dengan teman di sebelahnya.

“Nikmatnya buka puasa di pesantren itu ada pada kebersamaannya. Meskipun hanya dengan kurma dan air, rasanya jauh lebih nikmat karena kita membatalkannya bersama saudara seiman setelah seharian berjuang menjaga hafalan,” ungkap salah seorang santri dengan senyum tulus.

Syukur di Tengah Pemulihan

Momen buka puasa tahun ini terasa lebih bermakna. Mengingat perjuangan Pesantren Qur’an Hiswah yang tengah bangkit membangun kembali fasilitas pasca-musibah kebakaran asrama, setiap suapan nasi dan seteguk air menjadi pengingat betapa besarnya kasih sayang Allah melalui bantuan orang-orang baik di luar sana.

Setiap doa yang dipanjatkan sesaat sebelum membatalkan puasa selalu terselip nama-nama para donatur dan orang tua yang telah mendukung perjuangan mereka di jalan dakwah ini.

Energi Baru untuk Qiyamul Lail

Setelah azan berkumandang dan doa berbuka meluncur dari lisan mereka, suasana menjadi ceria namun tetap tertib. Energi yang masuk dari hidangan berbuka bukan untuk disia-siakan dengan berleha-leha. Justru, ini adalah “bahan bakar” baru bagi santri Pesantren Qur’an Hiswah untuk tegak berdiri melaksanakan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan tilawah, hingga nanti melaksanakan salat Tarawih dan Qiyamul Lail.

Di Pesantren Qur’an Hiswah, setiap helai napas dan setiap butir nasi yang masuk ke tubuh para penghafal Al-Qur’an ini diharapkan menjadi kekuatan untuk terus menjaga cahaya wahyu tetap menyala di bumi pertiwi.

Mari Berbagi Kebahagiaan Berbuka!
Ingin merasakan aliran pahala dari setiap butir kurma yang disantap oleh para penghafal Al-Qur’an? Pesantren Qur’an Hiswah membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam program “Sedekah Ifthar Santri”.

Sinergi Pengabdi Negeri: Bakti Sosial Keluarga Besar Sanraksaka 1999 TNI AU di Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong

BOGOR – Deru mesin kendaraan yang memasuki gerbang Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong pada Sabtu siang, 13 Desember 2025, membawa suasana yang berbeda. Hari itu, bukan sekadar kunjungan biasa yang diterima oleh para santri, melainkan kehadiran keluarga besar Sanraksaka 1999 TNI AU yang datang dengan misi mulia: Bakti Sosial dan Silaturahmi.

Kehadiran para perwira lulusan tahun 1999 ini menjadi oase kesejukan, terutama di tengah upaya pesantren bangkit kembali pasca-musibah kebakaran asrama yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan.

Seragam yang Gagah, Hati yang Lembut

Meskipun menyandang identitas sebagai prajurit penjaga langit nusantara, suasana yang terbangun antara keluarga besar Sanraksaka 1999 dan keluarga besar Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong justru penuh dengan kehangatan. Tidak ada sekat antara abdi negara dan para penjaga wahyu Allah.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Sanraksaka 1999 menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah bentuk syukur atas pengabdian mereka selama lebih dari dua dekade di TNI Angkatan Udara.

“Kami datang tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi membawa doa dan dukungan moral. Kami ingin adik-adik di Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong tahu bahwa mereka tidak sendirian. Semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an adalah inspirasi bagi kami untuk terus menjaga kedaulatan bangsa,” ujar salah satu anggota Sanraksaka 1999.

Wujud Nyata Kepedulian

Bakti sosial kali ini difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak musibah. Sanraksaka 1999 menyalurkan berbagai bantuan strategis, mulai dari dana pembangunan kembali asrama, paket logistik, hingga perlengkapan pendukung belajar bagi para santri.

Pimpinan Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong menyampaikan rasa haru dan apresiasinya yang mendalam. Menurut beliau, dukungan dari unsur TNI AU ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para santri agar tetap teguh meniti jalan dakwah.

Menanamkan Jiwa Patriotisme Qur’ani

Selain penyerahan bantuan secara simbolis, momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada para santri. Para perwira berbagi cerita tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air nilai-nilai yang ternyata sangat selaras dengan prinsip-prinsip yang diajarkan di dalam Al-Qur’an.

Interaksi akrab terlihat saat para santri berdialog langsung dengan anggota Sanraksaka. Bagi para santri, melihat sosok prajurit yang religius dan peduli pada pendidikan Al-Qur’an adalah teladan nyata tentang bagaimana menjadi Muslim yang kuat secara iman sekaligus cinta pada negerinya.

Penutup: Doa untuk Negeri

Kegiatan bakti sosial ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu asatidzah Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kekuatan bagi TNI AU dalam menjaga langit Indonesia, serta keberkahan bagi proses pembangunan kembali pesantren.

Langkah kaki keluarga besar Sanraksaka 1999 mungkin meninggalkan kompleks pesantren siang itu, namun jejak kebaikan dan semangat yang mereka tinggalkan akan terus menetap di hati setiap santri Pesantren Qur’an Hiswah Bilabong.

Terima Kasih Sanraksaka 1999 TNI AU!
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan menjadi saksi pembela di akhirat kelak. Amin ya Rabbal Alamin.

Menjemput Berkah 2026: Harmoni Raker dan Family Gathering Pesantren Qur’an Hiswah di Sejuknya Ciawi

CIAWI – Menutup lembaran tahun 2025 bukan sekadar merayakan pergantian kalender bagi keluarga besar Pesantren Qur’an Hiswah. Di bawah kaki Gunung Salak yang sejuk, tepat pada Rabu, 31 Desember 2025, seluruh jajaran asatidzah, staf, dan pengurus pesantren berkumpul di Ciawi untuk satu tujuan mulia: Merajut ukhuwah sekaligus mematangkan langkah menyongsong tahun 2026.

Kegiatan yang memadukan Rapat Kerja (Raker) dan Family Gathering ini menjadi momentum krusial setelah setahun penuh perjuangan, terutama dalam masa pemulihan pasca-ujian kebakaran asrama beberapa waktu lalu.

Raker 2026: Mempertegas Visi, Mengukuhkan Khidmah

Suasana serius namun optimis menyelimuti sesi Rapat Kerja. Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi capaian pendidikan sepanjang tahun 2025 dan merumuskan strategi baru untuk tahun 2026.

Pimpinan Pesantren Qur’an Hiswah menekankan bahwa tahun depan adalah tahun kebangkitan fisik dan spiritual. Agenda besar seperti percepatan pembangunan asrama baru, peningkatan kualitas kurikulum tahfidz, hingga digitalisasi administrasi pesantren menjadi poin-poin utama yang dibahas.

“Rapat kerja ini bukan sekadar menyusun jadwal, tapi menyatukan hati. Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah di tahun 2026 adalah langkah yang lebih profesional, namun tetap berakar pada ketulusan berkhidmah untuk Al-Qur’an,” tegas beliau di hadapan seluruh peserta.

Family Gathering: Karena Pesantren adalah Rumah Kedua

Setelah diskusi panjang yang menguras ide, suasana berubah menjadi penuh tawa dan kehangatan saat sesi Family Gathering dimulai. Kehadiran keluarga dari para asatidzah menambah warna tersendiri.

Berbagai outbound ringan dan permainan kebersamaan digelar di area terbuka hijau Ciawi. Gelak tawa para santri dan anak-anak pengurus memecah kesunyian alam, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin solid. Momen ini menjadi pengingat bahwa Pesantren Qur’an Hiswah bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah rumah besar bagi para penjaga kalam Allah.

Menyongsong 2026 dengan Spirit Baru

Puncak acara ditutup dengan doa bersama di penghujung tahun. Di bawah langit Ciawi yang temaram, seluruh keluarga besar Pesantren Qur’an Hiswah memanjatkan harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang penuh kemenangan, kemudahan dalam pembangunan, dan keberkahan bagi para santri penghafal Al-Qur’an.

Malam itu, tidak ada kembang api yang lebih indah daripada nyala semangat di mata para pejuang Al-Qur’an ini. Mereka pulang membawa “bekal” baru: rencana yang matang, hati yang tenang, dan ukhuwah yang semakin kencang.

Selamat Datang 2026!
Pesantren Qur’an Hiswah siap melangkah lebih tegak, menebar manfaat lebih luas, dan mencetak generasi Qur’ani yang unggul.
Bismillah, Indonesia Menghafal!